Beranda Riau Kampar Bersama Provinsi Riau, Bupati Kampar Tandatangani Participating Interest 10 Persen Migas Rokan

Bersama Provinsi Riau, Bupati Kampar Tandatangani Participating Interest 10 Persen Migas Rokan

Riau
Bersama Gubernur Riau dan daerah lain, Bupati kampar H. Catur Sugeng Susanto tandatangani Nota Kesepahamanan Participating Interest 10 Persen di Wilayah Kerja Migas Rokan

Beritanda1-Menyusul terjadi alih kelola Blok Rokan dari PT. Chevron ke Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pemerintah Provinsi Riau bersama  daerah penghasil Minyak dan Gas menandatangani Nota Kesepahamanan terkait Participating Interest  10 Persen di Wilayah Kerja Migas Rokan.

Menyambut momentum itu, Bupati Kampar Catur Sugeng Sutanto mengatakan,  dalam pengelolaan minyak dan gas bumi, Pemerintah melibatkan peran serta daerah dan nasional, sebagaimana diatur Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10 persen ada wilayah kerja minyak dan gas bumi di Provinsi Riau.

“ Kabupaten Kampar sebagai salah satu daerah penghasil Migas siap mendukung  kebijakan ini, sehingga banyak langkah selanjutnya yang akan dikoordinasikan, termasuk besaran dari 10 Persen tersebut,” kata Catur usai meneken MoU Participating  Interest 10 Persen dengan Gubernur Riau di Pekanbaru, Kamis (9/9/2021),

Dikatakan Catur, Participating interest (PI) 10 persen adalah besaran maksimal 10 persen pada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang wajib ditawarkan oleh kontraktor pada BUMD atau BUMN.

Disebtukan, keterlibatan daerah dalam pengelolaan WK migas melalui PI 10 persen  memberikan banyak manfaat. Antara lain, memberikan keuntungan atau profit bagi BUMD yang akan menambah pendapatan daerah.

“ Selain itu, juga memberikan pengetahuan, pengalaman BUMD dalam pengelolaan blok migas sebagai kontraktor” tambah Catur  didampingi Plt. Kadis Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar, Yuricho Efril S.STP.

Penandatanganan  Penunjukan Lembaga Independen dilakukan langsung Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto SH bersama dengan Bupati  Bengkalis , Bupati Rokan Hilir, Bupati Siak, dan Bupati Rokan Hulu dengan Gubernur Riau Syamsuar.

Terhadap itu,  Gubernur Riau menyatakan, Penandatanganan  penunjukan lembaga independen ini untuk menentukan pelamparan reservoir pada wilayah kerja Migas Rokan di Provinsi Riau

BACA JUGA:  Tim “TEMBAK” Polres Kampar Amankan Seorang Pelaku Judi Togel

“ Dengan lima Kabupaten selaku penghasil Migas, untuk aplikasinya 10 Persen tersebut akan di kelola oleh Provinsi sebesar 5 Persen dan 5 Persen oleh Kabupaten penghasil ” kata Syamsuar.

Sementara untuk lembaga pengelola dipercayakan kepada PT. Riau Petrolium dan Lembaga Pengkaji independen yang profesional.

“ Riau menghasilkan sebanyak 160 Ribu Barel perhari, namun untuk penerimaan dari Participating Interest sebesar 10 Persen nanti akan kita adakan lagi pertemuan” papar Gubernur Syamsuar.

Reporter: Dino Aritaba

 

 

 

 

Artikel sebelumyaPilkades Bergelombang, 102 Desa di Kampar Laksanakan Pimilihan 17 November 2021
Artikel berikutnyaDapat Perhatian Tinggi, Penyandang Disabilitas dan Masyarakat Kurang Mampu Didatangi Wako Sawahlunto