Bermanfaat Bagi Pendidikan, Bupati Pasaman Serahkan KIA Kepada Ribuan Siswa

14

LUBUK SIKAPING – Ribuan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Pasaman menerima Kartu Identitas Anak (KIA) dari Bupati setempat, Yusuf Lubis. Penyerahan KIA ini dipusatkan dalam kegiatan di MTsN 1 Pasaman, Kamis (10/10).

Bupati Pasaman Yusuf Lubis dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan kepada semua pihak, mulai dari Disdukcapil, Kemenag dan majelis guru, komite serta pelajar yang telah berpartisipasi dalam menjalankan program KIA ini.

Terkait program KIA ini Kadisdukcapil Pasaman, Sukardi menyebutkan, untuk tahun 2019 pihaknya menargetkan 10.000 anak sudah mendapatkan KIA. “Program ini mulai sekitar Juli lalu dan terealisasi dari bulan Agustus. Sudah 3.303 anak yang memiliki KIA,” kata Sukardi.

Diakui Suakrdi, KIA yang telah diterbitkan ini merupakan hasil sensus petugas Disdukcapil Pasaman. Mulai dari datang ke sekolah-sekolah tingkat PAUD, TK, SD, SLTP dan SLTA seserajat.

Teknisnya, ini merupakan program pemerintah dalam mewujudkan adminitrasi pendidikan pembawa kemudahan. Pelajar yang sudah memiliki KIA, mendapat banyak kemudahan nantinya. Misalnya saja, di usia 17 nanti, pelajar tak perlu lagi repot-repot mengurus KTP dengan segala macam persyaratan.” Cukup datang ke dinas atau temui petugas di lapangan, bawa KIA dan akan diganti dengan KTP,” jelas Sukardi.

Diakui Sukardi, masih banyak lagi manfaat program KIA. Khusus di Pasaman, nantinya pemkab Pasaman bakal berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak swasta untuk manfaat positif dari KIA. Misalnya saja, pelajar yang punya KIA dapat diskon saat belanja buku, naik angkutan umum, atau saat berwisata. “Tidak ada yang tak mungkin. Ini sedangs kami bahas bersama pihak provinsi,” jelas Sukardi.

BACA JUGA:  Bupati Pessel Sampaikan Nota Keuangan APBD 2020

Lebih lanjut dijelaskan Sukardi, perihal pelayanan baik pembuatan KIA, KTP, KK atau dokumen lainnya, masyarakat Pasaman sudah hampir 100 persen terdata memiliki KTP atau KK dan dokumen penduduk lainnya.

Untuk KTP misalnya, masyarakat Pasaman sudah 94 persen memilikinya. Begiti juga Nomor Induk Keluarga (NIK) nyaris 98 persen masyarakat Pasaman sudah mempunyai NIK. “Kami benar-benar berubah menjadi pahlawan super. Tak ada gunung yang tinggi, atau lembah yang dalam oleh petugas untuk mewujudkan satu warga, satu Nomor Induk Keluarga (NIK). Hujan badai, lampu mati, tak ada jaringan internet, mencari sinyal di tengah rimba, semua dilalui,” kata Sukardi.

Sudah lebih dari jemput bola, petugas Disdukcapil Pasaman dalam mewujudkan 100 persen masyarakat Pasaman punya NIK atau adminitrasi kependudukan lainnya. Sukardi menjelaskan, tindakan ini merupakan bentuk keseriusan Disdukcapil dalam penerapan kelengkapan adminitrasi bagi warga.

“Tidak tertutup kemungkinan, jauhnya lokasi menjadi penghambat kelengkapan adminitrasi penduduk oleh warga, kini alasan itu kita kandaskan. Tak mau datang ke kantor, kami jemput bola ke lapangan atau pelayanan di kantor wali, tak lagi mau datang, kami datangi rumah ke rumah. Apa lagi, pokonya satu orang satu NIK kita wujudkan di Pasaman ini,” kata Sukardi.

Atas hal itu, Sukardi meminta, dengan adanya tindakan pelayanan di lapangan ini, warga diminta lebih aktif. Jangan sampai bermasalah dulu, baru diurus semuanya.

Di sisi lain, tingginya angka tertib adminitrasi di Pasaman diakui Sukardi tidak lepas dari adanya sembilan inovasi unggulan. Mulai dari inovasi yang namanya Pasti, pelayanan adminitrasi nikah terintegrasi. Pasti ini memudahkan pasangan baru untuk langsung mendapatkan KK dan KTP baru. Ini bekerjasama dengan pihak Kemenag dan KUA. Selanjutnya inovasi Paling Mantap, pelayanan keliling sampai malam tanpa pamrih, Pecah Telor, pelayanan cepat tanpa molor, Kato Mama, kami (pihak Capil) tibo ka rumah-ruma, Kato Lala, kami tibo ke sekolah-sekolah, Pindah Berapi, pindah dan bawa surat pindah, Petasan, pelayanan akta sama bidan, Layanan Duka, pelayanan dokumen akta kematian, KTP Mula, Perekaman KTP masuk sekolah.

BACA JUGA:  Sumbar 'Hattrick' Penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA)

“Semua inovasi ini bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari Kemenag, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, bidan hingga RSUD. Pokoknya kami tidak akan berhenti sampai di sini, ke depan masih banyak inovasi yang bakal kami buat untuk memudahka masyarakat mendapat dokumen adminitrasi pendidikan. Hampir lupa, semua pengurusan adminitrasi ini gratis,” pungkas Sukardi.

Reporter : MA
Editor     : Melatisan

Loading...
loading...