Begini Cara Darman Sahladi-Maskar M Dt Pobo Berdayakan Potensi Lokal

Darman
Pada pertanian dan perkebunan, calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 itu Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo ikut hadir bersama petani melalui program petik, olah, kemas dan jual.

Beritanda1 – Hadirnya pasangan Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo untuk pemimpin Limapuluh Kota kedepan, merupakan angin segar bagi kehidupan warga setempat.

 

Kenapa tidak, program-program pembangunan yang ditawarkan pasangan yang diusung Partai Demokrat-PAN-Partai Nasdem itu, benar-benar menyatu dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Limapuluh Kota.

Pada pertanian dan perkebunan contohnya, calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 itu, tidak tinggal diam saja. Malahan, Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo ikut hadir bersama petani. Yaitu melalui program petik, olah, kemas dan jual.

“Potensi daerah pada bidang pertanian dan perkebunan memang luar biasa. Malahan daerah kita, kaya dengan potensi ini,” terang calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo baru-baru ini.

Tetapi, katanya, potensi tersebut selama ini tidak tergarap maksimal terutama terhadap ikut campur pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani. Malahan, katanya, petani malah terkesan jalan sendiri-sendiri untuk mengembangkan usaha pertanian dalam melangsungkan kehidupan mereka.

“Untuk jeruk contohnya, sejak beberapa tahun terakhir ini memang jadi produk primadona ditengah-tengah masyarakat. Banyak lahan yang alih fungsi dari sawah ke kebun jeruk. Kemudian, sudah banyak pembukaan lahan baru untuk dijadikan kebun jeruk. Ini artinya, kebun jeruk banyak diminati oleh masyarakat kita,” ucapnya.

Bupati
calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo ikut hadir bersama petani melalui program petik, olah, kemas dan jual.

Dari tahun ke tahun, kata Darman Sahladi, luas kebun jeruk di Limapuluh Kota terus bertambah dan sampai saat ini diperkirakan sudah mencapai 1500 hektar dengan hasil panen mencapai 50ribu ton.

“Yang jadi kendala selama ini adalah soal panen jeruk. Sering terjadi buah jeruk banjir dan sulit dipasarkan. Sehingga petani merugi,” terang politisi Partai Demokrat tersebut. Menurut calon Bupati Limapuluh Kota itu, sebenarnya selama ini tidak terjadi banjir terhadap panen jeruk. Melainkan banjirnya buah jeruk itu disebabkan tidak adanya pasar yang pasti terhadap panen jeruk tersebut. “Ini persoalan yang terjadi. Pasar jeruk yang selama ini tidak ada. Sehingga hasil panen sering menumpuk digudang,” ucapnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Imun Tubuh, Mahasiswi UNRI Bagikan Jamu ke Warga Halaban

Untuk mengatasi hal tersebut, jauh-jauh hari Darman Sahladi sudah menyiapkan solusi agar jeruk Limapuluh Kota bisa berjaya. “Petik, olah, kemas, jual. Ini yang akan diterapkan kedepan,” ucap Darman Sahladi. Dijelaskan pendamping calon Wakil Bupati Maskar M Datuak Pobo itu, solusi yang dimaksud yakni menjalin kerja sama dengan investor besar yang bergerak pada olahan buah jeruk.

“Nantinya investor mendirikan pabrik olahan di Limapuluh Kota. Seluruh hasil panen petani dijual ke investor dengan harga tinggi. Saya yakin, tidak ada lagi istilah buah banjir bagi petani. Malahan, stok buah tidak akan cukup nantinya. Ini sudah kita jajaki jauh-jauh hari,” terangnya.

Selain bekerja sama dengan investor, pemerintahan Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo juga memberdayakan potensi lokal itu sebagai konsumsi wajib saat momen-momen penting. “Biasanya, setiap ada acara atau seremonial pasti snak untuk tamu diisi dengan kue-kue. Tetapi, nantinya setiap acara-acara yang berhubungan dengan pemerintahan wajib snak yang dihidangkan diisi dengan buah jeruk lokal. Ini juga solusi agar petani jeruk bergairah,” terang Darman Sahladi.

Tak hanya dari hasil panen saja yang diperhatikan pasangan Darman Sahladi-Maskar M Datuak Pobo, tetapi pasangan nomor 2 itu menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi sampai ke tangan petani. Yaitu dengan memaksimalkan Program Kartu Tani. Sehingga, petani kedepan tidak susah lagi untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Reporter: Dadank

Facebook Comments

loading...