Beranda Daerah Baznas Kabupaten Solok Akan Bedah 26 Unit Rumah Tak Layak Huni Tahun...

Baznas Kabupaten Solok Akan Bedah 26 Unit Rumah Tak Layak Huni Tahun Ini

Baznas kabupaten Solok
Ketua Bidang Pendistribusian dan pendayagunaan badan Amil zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Solok H. Elyunus, saat menyalurkan bantuan material untuk bedah rumah tak layak huni di nagari Singkarak, Jum’at (26/2)

Beritanda1—Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Solok, akan memberikan bantuan bedah rumah tak layak huni senilai Rp650 juta untuk 26 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu di daerah itu.

“Dari 26 KK tersebut, masing-masing KK akan mendapat bantuan senilai  Rp25 juta, dengan rincian Rp20 juta untuk bedah rumah dan Rp5 juta untuk bantuan modal usaha produktif untuk perbaikan ekonomi,” kata ketua Baznas Kabupaten Solok H. Sukardi didampingi wakil ketua bidang pendistribusian dan pendayagunaan H. Elyunus kepada beritanda1.com di Koto Baru.

Sedangkan syarat untuk mendapatkan bantuan bedah rumah ini, yakni betul-betul tidak mampu dan layak menerima bantuan rumah karena akan dilakukan seleksi dan survei yang dilakukan oleh petugas Baznas bersama wali nagari setempat.

“Dalam hal ini, Baznas hanya menyediakan bahan material untuk membangun rumah saja, sedangkan untuk upah tidak ditanggung. Namun biasanya, untuk upah ini dikerjakan secara gotong royong atau swadaya oleh masyarakat sekitar rumah yang dibedah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, rumah yang akan dibedah juga harus milik sendiri dan ditunjukkan dengan bukti surat tertulis. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kekhawatiran sewaktu-waktu rumah tersebut diminta oleh sang pemilik tanah.

Senada dengan itu, Wakil ketua bidang pendistribusian dan pendayagunaan H. Elyunus mengatakan, program bedah rumah initelah dilakukan sejak 2019 lalu, dengan  jumlah bantuan  sudah mencapai 46 KK yang tersebar di Kabupaten Solok. Pihaknya menargetkan masing-masing nagari mendapatkan satu bantuan bedah rumah.

“Dengan adanya tambahan 26 unit rumah pada tahun ini, target 76 unit rumah  untuk dibedah pada tahun ini,” kata Elyunus.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok ini menjelaskan, jumlah target bedah rumah memang berlebih dari jumlah nagari yang hanya berjumlah 74 di Kabupaten Solok. Hal itu lantaran adanya penambahan dua unit rumah di Nagari Sulit Air pada tahun lalu.

BACA JUGA:  Bertekad Jadi Tuan Rumah Terbaik, Ampera Dt Labuan Basa: Warga Dharmasraya Dihimbau Ramaikan Star Etape IV TdS 2019

“Bedah rumah di Sulit Air dilaksanakan waktu kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun lalu. Ini juga sejalan dengan program Baznas untuk UPZ nagari yang aktif, akan diberikan pengembalian penyaluran bantuan 200 persen untuk masyarakatnya,” ucapnya.

Ia berharap dengan adanya program bedah rumah tersebut dapat memberikan tempat tinggal yang layak huni bagi masyarakat yang tidak mampu untuk membangun dan merenovasi rumahnya karena keterbatasan biaya.

Sejalan dengan itu, bantuan modal usaha yang diberikan setelah bedah rumah kepada keluarga penerima manfaat tersebut, juga diharapkan dapat meningkat ekonomi. Para penerima manfaat dapat memilih usaha yang layak dan sesuai dengan kemampuan keahlian yang mereka miliki, seperti warung, peralatan bengkel dan lainnya

“Bantuan yang diberikan untuk modal usaha ini juga dalam bentuk barang dan bukan uang tunai. Kalau usahanya ternak, Baznas akan langsung mebelikan ternaknya,” tutur Elyunus.

Redaksi