Bantuan Beras Bagi 1047 KK Warga Koto Sani Diserahkan Bupati Solok

68
Beras
Sebanyak1047 KK Warga Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak menerima bantuan beras dari pemkab Solok

Beritanda1 – Bupati Solok H. Gusmal bergerak ke nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak untuk mendistribusikan beras bagi masyarakat terdampak Covid 19 di nagari tersebut, Jumat (8/5). Sehari sebelumnya, Gusmal juga menyerahkan bantuan serupa di nagari Sumani

Hadir bersama bersama Ketua PMI Kab. Solok Desnadefi,Asisten II Medison, Kadis Sosial Yandra Prasat, Kadis Koperindag Eva Nasri dan Kabag Humas Syofiar Syam, Bupati Solok Gusmal disambut Camat, Kapolsek dan Koramil X Koto Singkarak, serta Wali Nagari Koto Sani Deswandi, Ketua BPN serta Ketua KAN Koto Sani.

Mengiringi bantuan itu, Bupati Solok Gusmal menyampaikan permintaan maaf karena terlambat mendistribusikan beras. ” Bantuan beras terlambat dibagikan karena data yang telah kita kirim ke Propinsi terus berubah-rubah, sehingga sudah tiga kali Pemkab Solok merubahnya,” jelas Gusmal

Bantuan beras tahap satu di bulan April kita bagikian di bulan Mei. Sedangkan bantuan tahap dua,  nanti dibagikan menjelang hari raya idul fitri.

Menurut Gusmal,  beras yang akan dibagikan oleh Pemkab Solok kepada masyarakat Koto Sani sebanyak 1047 Kepala Keluarga (KK) dari 1977 KK yang ada di nagari Koto Sani. Artinya ada sekitar 60 persen masyarakat terbantu.

Namun demikian Gusmal mengungkapkan kekwatirannya karena masih ada saja warga yang komplain. Masih ada saja yang tidak puas. Karena itu,  kepada Walinagari, BPN, KAN diingatkan,  kalau ada yang mendatangi dan tidak puas, tolong dicatat saja dan sampaikan kepada pemerintah kabupaten solok. ” Pemerintah telah menyediakan lembaga layanan tempat pengaduan masyrakat dan nanti kita salurkan juga kepemerintah propinsi agar diteruskan kepemerintah pusat,” sebut Gusmal.

BACA JUGA:  Sasar Pedagang dan Tukang Ojek, KNPI Kota Solok Bagikan Hand Sanitizer dan Masker

Gusmal menegaskan, masyarakat  yang mendapat bantuan itu yang betul-betul terdampak Covid 19, seperti tukang ojek, ustad dan buruh harian.

Ada juga warga terdampak baru, misalnya ada perantau yang datang dan tidak mempunyai pekerjaan lagi karena sudah di PHK dan pulang kekampung halaman, bisa dikatakan warga terdampak juga,  tapi tidak terdaftar sebagai warga kabupaten solok. ” Saya minta walinagari untuk memikirkan warga terdampak baru ini dengan dana desa,” ujarnya.

Serahkan
Penyerahan secara simbolis beras bantuan Pemkab Solok kepada wali Nagari Koto Sani

Bupati Solok sekaligus mengingatkan soal penerapab Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua yang sudah diperpanjang hingga tanggal 29 Mei 2020. Ia menyebutkan, ditengah pandemi banyak kegiatan yang dibatasi. Inti dari PSBB itu tetap dirumah saja. kalau keluar harus pakai masker.

Sejak PSBB tahap pertama dan kedua diberlakukan, kata dia, banyak juga yang bertanya bagaimana prestasi anak-anak sekolah kalau dilburkan dan belajar dirumah, sementara kita belum mempunyai aplikasi yang cukup dan memadai untuk belajar dirumah.

Intinya anak-anak yang dirumah untuk menambah pemahamanya tentang Covid 19 dan mengajak mereka untuk jangan keluar rumah dan diberikan tugas atau PR. Proses belajar mengajar sudah di atur oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan bahwa anak-anak dan orang tuanya tidak usah cemas dan tidak ada anak-anak kita yang akan dirugikan. Semua anak-anak akan naik kelas dan semuanya lulus dan dilanjutkan pendidikanya.

Terhadap itu, Wali Nagari Koto Sani Deswandi berterima kasih karena pemerintah Kabupaten Solok telah memberi bantuan berupa beras kepada 1047 KK warga setempat dan segera didistribusikan kepada orang yang terdampak covid 19.

Deswandi  mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19, pemerintah Nagari Koto Sani telah melaksanakan instruksi dan himbauan Bupati Solok. ” Kami juga memberi

BACA JUGA:  3 Orang Pasien Positif Covid-19 Asal Surian Sembuh dan Pulang

himbauan untuk perantau untuk menunda pulang kampung dulu. Kita juga telah Instruksikan kepada semua jorong untuk menyampaikan kepada perantau yang pulang agar mengisolasi diri dirumah masing-masing,” ungkapnya.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor   : Melatisan

Facebook Comments

loading...