Bank Nagari Cabang Solok Lakukan Restrukturisasi Kredit Untuk UMKM Terdampak Covid-19

Bank Nagari
Ruang pelayanan nasabah Bank Nagari cabang Solok tampak sepi selama pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (13/05). Warga yang datang ke Bank hanya untuk kebutuhan mendesak saja.

Beritanda1 —Bank Nagari Cabang Solok terus menggulirkan kebijakan yang berpihak kepada nasabah dan para debitur dengan memberikan keringanan kredit selama pandemi Covid-19 ini. Melalui restrukturisasi kredit (restruk), diharapkan mampu meringankan beban para nasabah ditengah himpitan ekonomi akibat serangan wabah mematikan itu.

 

Pandemi corona telah membuat pukulan telak terhadap ekonomi masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mayoritas menjadi debitur Bank Nagari. Dengan segala macam pembatasan aktivitas, otomatis membuat roda perekonomian tersendat. Kondisi ini jelas membuat daya beli masyarakat menurun lantaran kemampuan keuangan yang juga menurun.

“Bank Nagari memberikan program restrukturisasi kredit bagi nasabahnya. Fasilitas keringanan ini bisa membantu nasabah yang terlilit kesulitan keuangan akibat pandemi global ini,” kata Pimpinan Bank Nagari Cabang Solok Heri Wildani di dampingi Wakil Pimpinan Cabang Syamsurizal dan Kasie Pemasaran Wisra Hendri di Solok, Rabu (13/05).

Heri Wildani menyebutkan, Kebijakan restrukturisasi kredit ini sesuai dengan kebijakan relaksasi OJK untuk tetap mendorong roda ekonomi di tengah pelemahan ekonomi dampak penyebaran Covid-19. Hal itu tertuang dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical dan surat edaran OJK kepada Perusahaan Pembiayaan pada awal April lalu.

Kebijakan OJK itu kata dia meminta bank atau perusahaan pembiayaan untuk memberikan relaksasi atau keringanan pembayaran kredit bank atau pinjaman leasing bagi debitur atau peminjam yang usaha dan pekerjaannya terdampak langsung atau tidak langsung pandemi Covid-19 ini.

“Keringanan pembayarannya bisa dengan penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu cicilan, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/leasing dan konversi kredit,” ujarnya.

Untuk menentukan kebijakan tersebut, pihak bank Nagari melakukan penilaian dan analisa terhadap para debitur, untuk memberikan kebijakan restrak tersebut. Ia menambahkan, dalam aturan OJK tersebut dijelaskan bahwa yang mendapat keringanan utamanya adalah dunia usaha dan UMKM yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini. “ Kondisi ini berbeda dengan PNS, TNI dan Polri yang masih menerima penghasilan bulanan dari gaji dan honor lainnya,” kata Heri.

BACA JUGA:  Dua Pengedar Shabu Diringkus Satres Narkoba Polres Pasbar
Bank Nagari
Teller Pelayanan Bank Nagari Cabang Solok dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dalam penanganan Covid-19

Searah dengan itu wakil Pimpinan Bank Nagari Syamsurizal menambahkan bahwa hingga saat ini pihak Bank Nagari terus melakukan koordinasi dan komunikasi yang intens dengan para debitur, untuk mendapatkan informasi detail dan untuk mencapai kesepakatan bersama.

“Hingga kini, kami belum dapat menyampaikan secara detail berapa jumlah debitur yang mendapat keringanan, karena komunikasi dan koordinasi sedang berlangsung. Kami berharap proses ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Skema restrukturisasi yang diberikan Bank Nagari untuk masing masing debitur berbeda disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi, dengan catatan usahanya masih memiliki prospek yang baik dan secara personal debitur memiliki itikad baik atau kooperatif

Syamsurizal memastikan bahwa proses restrukturisasi kredit dilakukan dengan tetap memegang prinsip kehati-hatian dengan melakukan assessment seberapa besar dampak Covid-19 ini terhadap usaha debitur.

“Di sisi lain, implementasi relaksasi ini merupakan wujud komitmen Bank Nagari yang mendukung Pemerintah dan OJK dalam upaya melindungi dan menyelamatkan para pelaku UMKM sebagai imbas dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Jangka waktu relaksasi yang diatur dalam Peraturan OJK tersebut, maksimum satu tahun. Artinya pelaksanaan restrukturisasi dalam jangka waktu tersebut dapat diberikan relaksasi. Antara lain kualitas kredit dapat ditetapkan menjadi lancar setelah dilakukan restrukturisasi ataupun mendapatkan relaksasi lainnya sesuai dengan penilaian bank.

Sedangkan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pemohon baru, kata Heri Wildani, pihak Bank Nagari tetap melakukan seleksi dan penilaian yang didasari analisa yang ketat. Hal ini dimaksudkan agar kredit yang disalurkan memang betul-betul membantu pergerakan perekonomian dan usaha yang bersangkutan.

“Kami tetap selektif dan analisa dengan ketat, karena jangan sampai KUR yang diberikan justru membebani, usahanya tidak jalan karena Covid-19, sementara angsuran tetap harus dibayarkan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  BBM Jenis Solar Langka, Nelayan di Sutera Pessel Terpekik

Reporter: Rudi Cader

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...