Bangun Sinergi, DPMN – LKAAM Sijunjung Gelar Pertemuan

25
Ketua LKAAM Sijunuung menguraikan tentang keberadaan dan fungsi organisasi dihadapan pejabat DPMN Sijunjung

SIJUNJUNG – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang Kabau (LKAM) Kabupaten Sijunjung dengan Dinas Pemerintahan Masyarakat Nagari (DPMN) Sijunjung betemu muka. Pertemuan itu lebih sebagai wahana menjalin silaturahmi dan membangun kemitraan antara lembaga pemerintah dengan non pemerintah.

Pertemuan berjalan penuh kekeluargaan dan kekerabatan yang tinggi,  dipimpin Kadis DPMN Khamsuardi, SSTP, MSi, Senin (22/7) dia aula DPMN setempat.

Ikut hadir dari kelompok ninik mamak  Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung, H. Epi Radisman Dt Paduko Alam, SH, didampingi Dewan  Pertimbangan, H. Syahril Syahda, SH, Dewan Penyantun Drs. Syaiful Husein. Sementara dari Dewan Pengurus Ir. Asri Antipen Dt Paduko Rajo, MM (Wkl Ketua), Saldi Nafri Bagindo Kayo, SAg, MA (Sekretaris), Apridas Dt Bagindo Tanameh (Wkl Sekretaris),  Dasril Dt Tan Marajo (Wkl Sekretaris, Drs H Rusli Jawaher Dt Malintang Bumi (Bid. Penyelesaian Sengketa Adat) dan H Dahlius Johan Dt Samalano SE, (Bidang OKK).

Sebagai pembentang tikar, Kabid Pemberdayaan Masyarakat, DPMN, Defri Antoni,  menyebutkan bahwa dari beberapa kegiatan yang ada di DPMN, mempunyai keterkaitan dengan LKAAM.” Tidak dipungkiri antara  DPMN dan LKAAM mempunyai koordinasi kerja yang tak dapat dipisahkan,” ujar Defri.

Sementara itu, Kepala Dinas PMN Sijunjung, Khamsuardi, secara rinci memeparkan program program yang ada di DPMN serta kaitannya dengan LKAAM. Alasannya, sebagian besar kegiatan yang dilaksanakan di setiap bidang berkaitan langsung dengan masyarakat. Bagi sosok muda ini, LKAAM adalah Mitra Sejajar dengan DPMN, sebagai wakil pemerintah.

BACA JUGA:  Kecelakaan Maut di Guguak Solok, Ibu dan Anak Tewas Digilas Truk

Ketua LKAAM Sijunjung, H. Epi Radisman Datuak Paduko Alam, SH, menguraikan bahwa LKAAM sebagai lembaga kemasyaratan yang bermitra dengan Pemda, dalam kegiatan pokok menjaga dan melestarikan Soko (gelar adat) dan Pusako (harta pusaka). Disebutkan juga  LKAAM dilahirkan pada 19 Maret 1966 di gedung sasana karya Padang, merupakan organisasi fungsional Ninik Mamak Pemangku Adat di Minangkabau yang berakar kokoh di nagari sebagai Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) yang telah ada secara turun temurun.

Disebutkan, selain bermitra dengan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya, saat ini LKAAM sedang berjuang kepada pemerintah pusat guna mewujudkan Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), ” Perjuangan ini tidak suatu yang muluk muluk,tetapi ini merupakan impaian yang harus diwujudkan,” kata Ketua LKAAM dua priode ini.

Reporter   : S. Husen

Loading...
loading...