Askab PSSI Kab. Solok dan Persikas Dilantik, Ini dia PR Pengurus Baru

134
Salami—Bupati Solok Gusmal menyalami Wabup Yulfadri Nurdin selepas dilantik menjadi ketua Askab PSSI kab. Solok di ruang Solok Nan Indah Kantor Bupati Solok Arosuka, Rabu (31/7) sore.

AROSUKA— Pelantikan pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Solok yang digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus sepak bola milik Kabupaten Solok Persikas di ruangan Solok Nan Indah Arosuka, Rabu (31/7) sore, menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga sepak bola di daerah itu.

Pasalnya, sejumlah harapan besar dari publik olahraga Kabupaten Solok, jelas tertumpang kepada pengurus baru Askab dibawah pimpinan Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin dan klub kebanggaan daerah yang kini dikomandoi sang putra mahkota Renaldo Gusmal, SE itu. Harapan itu sekaligus menjadi PR yang harus diwujudkan pengurus di masa mendatang setelah sempat fakum beberapa lama.

Selain Bupati Solok Gusmal, pelantikan itu juga dihadiri oleh Asprov PSSI Sumbar yang diwakili oleh Eksco Erwin Sofyan dan Julius Dede, Ketua Koni Kab. Solok Rudi Horizon, Forkompinda, sejumlah kepala OPD dan para pengurus Askab dan Persikas Kab. Solok.

“Ini angin segar bagi pegiat sepakbola di Kabupaten Solok. Kami berharap, pengurus baru mampu membangkitkan kembali kejayaan sepakbola Kabupaten Solok yang sempat redup beberapa lama,” kata Ketua Koni Kabupaten Solok Rudi Horizon.

Dia berharap, pengurus baru dibawah kepemimpinan Wabup Yulfadri segera berbenah untuk mempersiapkan tim menuju agenda Porprov ke XVI di Kabupaten Pasaman Barat pada tahun depan. Pada Porprov tahun lalu, kata Rudi, kontingen Kabupaten Solok berangkat ke Pariaman minus tim sepak bola.

BACA JUGA:  Hendrajoni: Pembangunan Pessel Butuh Dukungan Masyarakat

Bukan lantaran tak punya pemain, tapi karena pengurus yang bertanggung jawab untuk mengurus PSSI ini belum ada. Komposisi yang mayoritas diisi oleh tenaga muda, jelas memunculkan optimisme tinggi, agar tim sepakbola di daerah itu kembali bangkit dan berprestasi di kancah sepakbola Sumbar. “Kami harap Porprov 2020 nanti, kontingen bareh Solok kembali diperkuat oleh tim sepak bola,” ucap Rudi.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh eksekutif komite Asprov PSSI Sumbar Erwin Sofyan, menurutnya, kehadiran Askab dalam regulasi statuta PSSI pada hari ini memegang peranan penting dalam pengembangan sepak bola di daerah. Askab adalah rohnya olahraga sepakbola, karena Askab yang berwenang memutar roda kompetisi.

Sebagai pelaku sepakbola, pihaknya kemudian membentang masa-masa kejayaan sepakbola Kabupaten Solok bersama klub Persikas pada beberapa tahun silam. Namun hal itu kian meredup, lantaran menurunnya keseriusan pengurus dalam mengurus olahraga yang banyak diminati masyarakat ini.

“Askab dan Persikas harus saling mendukung dalam melahirkan atlit berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Solok di masa mendatang. Persikas pernah berjaya di Sumbar. Kami ingin Persikas ikut ambil bagian pada kompetisi liga III yang akan bergulir nanti” ucap Erwin.

Terhadap itu, Bupati Solok Gusmal menegaskan, jabatan yang disandang oleh para pengurus baru ini mengandung tanggung jawab besar. Tak hanya tanggung jawab kepada pemerintah daerah, tapi juga kepada masyarakat sepakbola di Kabupaten Solok. “Pada Porprov 2018, saya melarang Koni untuk memberangkatkan tim sepakbola, karena prestasinya yang belum baik dan pengurusnya pun tak ada. Kalau tidak akan berprestasi, untuk apa dikirim, karena biayanya pun besar,” ucap Bupati.

Harapan yang ditompangkan kepada pengurus hari ini, kata Bupati, merupakan tanggungjawab dan tantangan yang harus diwujudkan oleh pengurus baru. Di samping melahirkan atlit sepakbola handal, juga harus melahirkan dan membina klub-klub sepakbola yang ada di daerah itu. “Pengurus harus segera tancap gas. Segera susun progam kerja dan bangun sinergi dengan Koni dalam melakukan pembinaan atlit,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gelar Trabas, Ratusan Peserta Trail Adventures Jelajahi Sejumlah Lokasi Wisata di Dharmasraya

Atas alasan itu, kata Bupati, pengurus dituntut memiliki integritas tinggi dalam membangun dan memajukan sepak bola di daerah itu. Tak hanya punya kemauan dan kemampuan, namun juga punya waktu untuk mengurus sepak bola. “Menjadi pengurus organisasi itu adalah pekerjaan sosial, jangan berharap dapat uang untuk kepentingan pribadi dari organisasi,” tegasnya.

Terhadap harapan itu, Ketua Askab PSSI Kabupaten Solok H. Yulfadri Nurdin mengaku optimis, akan kebangkitan sepak bola di daerah itu. hal itu dilihat dari tingginya antusias generasi muda dalam mengikuti beberapa kompetisi dan turnamen yang digelar sebelumnya. “ Kabupaten Solok adalah gudang pemain hebat,  hal ini dibuktikan banyaknya pemain sepak bola Kab. Solok yang direkrut oleh daerah lain,” ucapnya.

Dirinya mengaku siap bekerja bersam-sama untuk membangkitkan prestasi sepakbola Kab. Solok. Askab dan persikas harus saling mendukung dalam melahirkan atlit berprestasi yang mengharumkan nama kabupaten Solok.” kami berharap dukungan semua pihak, agar harapan-harapan itu bisa terwujud,” kata Yulfadri.

 

Editor: Malin Marajo

 

Loading...
loading...