Antisipasi Covid 19, Pemkab Limapuluh Kota Percepat Tracking Korban Positif Corona

BPBD
Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Joni Amir

Beritanda1– Guna mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran virus Corona,  Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mempercepat tracking terhadap korban positif  Covid-19 di daerah itu.

Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir mengatakan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan bekerja secara maksimal dalam melakukan tracking riwayat kontak pasien positif tersebut.

Dilaporkan,   tim gugus tugas telah melakukan beberapa pengambilan sampel kepada masyarakat hasil dari tracking riwayat kontak dua pasien positif di Limapuluh Kota.

“Dari pasien pertama, kita telah melakukan tracking kepada 100 orang dan telah diambil sampel sebanyak 13 sampel. Untuk kasus positif kedua ini, kita juga telah mengambil 3 sampel swab kepada keluarga terdekat dan masih melakukan tracking dilapangan,” kata Kalaksa BPBD Limapuluh Kota saat melakukan konfrensi pers melalui aplikasi Zoom, Minggu (10/5).

Disisi lain, Joni Amir juga menyampaikan,  saat ini telah tercatat 6 orang masyarakat di Limapuluh Kota yang dimakamkan dengan menggunakan Protap  covid-19. Hal tersebut dilakukan karena almarhum ini menjalani perawatan di rumah sakit sebelum.

“Ada 6 warga kita yang dimakamkan dengan protokol covid-19, diantaranya di Lareh Sago Halaban, Balubiuh, Gunuang Malintang, Manggilang, Ketinggian, Maek dan namun hasil dari pemeriksaaan seluruhnya negatif,” imbuhnya.

Berkaitan dengan koordinasi gugus tugas antara wilayah, Joni Amir mengatakan, ttim gugus tugas Limapuluh Kota terus melakukan koordinasi dengan tingkat Provinsi maupun gugus tugas wilayah lainnya di Sumatera Barat, sebab pandemi Corona ini adalah masalah yang harus dihadapi bersama.

“Koordinasi terus kita lakukan baik di Provinsi dan daerah lain sebab pandemi ini tidak melihat batas wilayah, jadi ini merupakan tanggungjawab kita bersama,”tegasnya.

Reporter: Diko Rahmat

Facebook Comments

BACA JUGA:  Dukung PSBB, Pasar Baru Pulau Punjung Disulap jadi Pasar Ritel Modern
loading...