Antisipasi Corona, Pemkab Solok Putuskan Liburkan Sekolah 14 hari

217
Siswa

AROSUKA—Pemerintah kabupaten (Pemkab)Solok akhirnya memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah selama 14 hari ke depan, menyusul sejumlah daerah lainnya di Sumbar. Keputusan ini mulai berlaku efektif sejak Sabtu (21/3). Para siswa akan kembali menjalani proses belajar mengajar (PBM) pada Tanggal 3 April 2020.

Keputusan itu tertuang dalam instruksi yang ditandatngani oleh Bupati Solok dalam menyikapi dan mengantisipasi penyebaran virus corona di daerah tersebut. “Pengalihan PBM ke rumah ini guna membatasi penyebaran virus corona. Terutama bagi siswa di sekolah-sekolah. Ini hanya sementara sampai suasana kondusif kembali,” terang Bupati Solok Gusmal kepada beritanda1.com, Jum’at (20/3).

Keputusan ini kata Bupati, diambil setelah melalui kajian teknis dari tim teknis kabupaten Solok, menyangkut mudharat dan manfaatnya diliburkannya sekolah dengan mengalihkan PBM  di rumah (home learning). Sementara menyikapi jadwal ujian yang sudah dijadwalkan bagi siswa, tetap akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal.

Bupati menyebutkan, meski mengalihkan PBM ke rumah masing-masing siswa, namun tetap dalam pengawasan guru dan orang tua siswa. Para siswa dilarang untuk keluar rumah untuk urusan yang tidak perlu dan menghindari berinteraksi dengan kerumunan banyak orang. Para guru diminta untuk memberikan tugas kepada siswa sesuai dengan program pembelajaran.

“Kami akan melakukan penertiban di tempat-tempat umum dan keramaian oleh petugas keamanan dan Satpol PP, terutama kepada para pelajar dan siswa yang keluyuran dan berkeliaran pada jam pelajaran di rumah,” terangnya.

BACA JUGA:  Longsor Di Tanjung Gadang Sijunjung, Jalinsum Sempat Terputus

Terkecuali itu, kata Bupati, pihaknya juga akan melakukan kajian mendalam bersama Kemenag, MUI dan Dinas kesehatan Kab. Solok guna menyikapi fatwa MUI tentang pelaksanaan ibadah di Mesjid dan Mushalla serta wirid pengajian yang menghadirkan lebih dari 30 orang, dalam mengantisipasi sebaran virus corona ini.

“Kita akan bahas dulu bersama Kemenag, MUI, Dinas Kesehatan beserta instansi lainnya untuk mengambil keputusan bersama termasuk mengatur kegiatan Ramadhan nanti,” pungkasnya.

Reporter: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...