Angka Covid-19 Sumbar Bertambah, Pelaku Bisnis Kuliner Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Jubir Covid-19 Sumbar
Jubir Covid-19 Sumbar Jasman Rizal

Beritanda1 –Pelaku bisnis kuliner di Sumatera Barat (Sumbar) diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 

Hal itu ditegaskan oleh Juru Bicara Covid-19 Sumbar Jasman Rizal, menyusul lonjakan angka penambahan positif Covid-19 di Sumbar pada Rabu 1 Juli 2020.

Jasman menyebutkan, pelaku bisnis kuliner atau penjual makanan yang sifatnya terbuka seperti rumah makan, kafe-kafe dan lain-lain, diminta agar pramusaji yang mengambil makanan selalu pakai masker dan tidak bicara di depan makanan tersebut.

“Kita semua berhak untuk menegur dan mengingatkan pelayan dan pemilik rumah makan agar mewajibkan seluruh karyawannya memakai masker dengan benar. Masih banyak yang memakai masker hanya sampai dagu dan masih berbicara di depan makanan. Ini sangat riskan dan berbahaya bagi orang lain. Mari saling ingatkan demi kesehatan kita semua,” tambahnya.

Kadis Kominfo Sumbar ini juga tak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk tetap konsisten mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Tak boleh panik, namun jangan anggap remeh virus ini. Jika sudah kena, efeknya sangat berbahaya, bisa menimbulkan kematian. Untuk itu, saya harap kepada semua masyarakat, gunakan masker, terapkan physical distancing dan rajin cuci tangan, olah raga teratur, makan makanan bergizi, istirahat teratur dan disiplin. Mudah-mudahan covid-19 di Sumbar tetap terkendali. Aamiin,” harap Jasman.

Jasman menyebutkan, meski sempat melandai sebulan terakhir, namun pada hari pertama Juli 2020 sebanyak 16 orang warga Sumbar dikonfirmasi positif terpapar Covid-19.

“Hari ini ada tambahan 16 positif covid-19 baru. Padahal hampir sebulan, penambahan kurang dari 10 setiap harinya” bebernya.

Menyikapi hal tersebut, sesuai pesan Gubernur, Jasman meminta pemegang kebijakan tetap melihat masa sekarang dan ke depan adalah masa krisis.

BACA JUGA:  Woow, Lima Cawanag Saok Laweh Dapat "Amunisi" dari Anggota DPRD Kab Solok

“Ini perlu ditekankan agar semua cara pikir, kebijakan dan tindakan mengikuti manajemen krisis bukan normal. Kita harus rubah cara pikir selama ini sebagai birokrat yang kerjakan sesuatu secara biasa, normal, teratur, terprediksi dan terencana. Dimasa krisis, lakukan dengan cara luar biasa (extra ordinary),” tekannya.

Ia menambahkan, penambahan positif covid-19 akan tetap terus ada selama belum ditemukan obat dan anti virusnya. “Bisa saja ke depan akan bertambah banyak lagi positif covid karena semakin sering orang bepergian ke luar rumah dan keluar masuknya pelintas batas provinsi, termasuk dari daerah yang masuk zona merah,” tambahnya.

Reporter: Rudi Cader

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...