Akui Kesalahan, Anggota DPRD Pasaman Martias Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka

498
maaf
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Pasaman meminta maaf secara terbuka atas kekeliruannya dihadapan Ketua Gerindra yang juga Ketua DPRD Pasaman, Bustomi, dan Sekretaris Fraksi Gerindra Rahmi Wahidah, serta sejumlah pengurus DPC Gerindra Pasaman, di Sekretariat Partai Gerindra, Teluk Embun Lubuk Sikaping, Rabu (13/5).

Beritanda1 – Sempat viral tayangan video di media sosial karena cekcok dengan petugas posko checkpoint PSBB perbatasan Agam-Pasaman, Selasa (12/5), Anggota DPRD Pasaman, Martias, dengan kesatria akui kekeliruan dan kekhilafannya.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Pasaman itu dengan  ‘gentlemen’ mempertanggung jawabkan dengan meminta maaf secara terbuka dihadapan Ketua Gerindra yang juga Ketua DPRD Pasaman, Bustomi, SE, Sekretaris Fraksi Gerindra Rahmi Wahidah, AMd, sejumlah pengurus DPC Gerindra Pasaman, di Sekretariat Partai Gerindra, Teluk Embun Lubuk Sikaping, Rabu (13/5).

Martias mengakui kekeliruan dan kekhilafannya saat berhadapan dengan petugas posko chekpoint PSBB tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 10.45 Wib, dan saya sungguh menyesali insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi itu,” ungkap Martias.

Dia menjelaskan, rencananya pagi itu hendak pergi berobat ke Padang. Karena seperti biasa, bila tekanan darah atau tensi tubuhnya terasa berubah, dirinya akan langsung melakukan chek-up ke Padang.

Martias
Martias meminta maaf secara terbuka dihadapan Ketua Gerindra yang juga Ketua DPRD Pasaman, Bustomi, SE, Sekretaris Fraksi Gerindra Rahmi Wahidah, AMd, sejumlah pengurus DPC Gerindra Pasaman, di Sekretariat Partai Gerindra, Teluk Embun Lubuk Sikaping, Rabu (13/5).

Namun kemaren, sesampai di posko chekpoint batas Agam – Pasaman, mobilnya berhenti untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Tapi saat petugas posko menyuruh mengenakan masker,  setelah dicari, masker tersebut tidak ditemukan di dalam mobilnya.

“Waktu itulah saya sempat khilaf, ketika harus disuruh balik kanan pulang ke rumah menjemput masker. Saya pikir hal itu terlalu berlebihan, karena saya sudah bilang harus buru-buru ke Padang,” ujar Martias.

Atas kejadian tersebut, dihadapan awak media televisi, radio, surat kabar dan media online, Martias menyampaikan permohonan maafnya kepada segenap petugas posko PSBB di batas Agam-Pasaman, termasuk kepada konstituennya masyarakat Pasaman dan masyarakat Provinsi Sumatera Barat umumnya.

BACA JUGA:  Tim Bombay TC Juara Turnamen Sepak Takraw Peringati HUT Pasaman 74

“Saya menyesali kejadian ini, karena itu menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Martias dihadapan dihadapan Ketua Gerindra Pasaman, Bustomi, SE, Sekretaris Fraksi Gerindra Rahmi Wahidah, dan sejumlah pengurus DPC Gerindra Pasaman

Atas kekhilafannya, Martias mengaku siap menjalani seluruh konsekuensi, termasuk punishment yang akan diderakan partai kepadanya.

Terkait itu, Ketua DPC Gerindra Pasaman, Bustomi, kepada wartawan membenarkan kejadian itu.

“Benar, Martias kader kami di Gerindra. Atas kejadian tersebut, Martias sudah menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pihak di posko chekpoint batas Agam-Pasaman, termasuk kepada masyarakat Pasaman dan Sumatera Barat,” ujar Bustomi.

Bustomi menegaskan, kejadian ini tidak boleh terulang lagi.

“Kepada seluruh kader saya ingatkan, jangan sampai terulang lagi, karena Gerindra ingin kadernya menjadi pejuang ditengah-tengah rakyat dan seluruh kader Gerindra adalah rakyat, serta hadir untuk memperjuangakan aspirasi Rakyat,” ujarnya.

Menurutnya,  Ketua Umum Bapak H. Prabowo Subianto bahkan sudah menegaskan, agar segenap kader Gerindra harus mampu menjaga etika, moralitas dan sikap ditengah-tengah masyarakat, serta harus berjuang maksimal demi seluruh rakyat Indonesia.

“Atas insiden ini, Partai sudah memberikan Surat Peringatan 1 (SP 1) kepada Martias, dengan pengenaan sejumlah sangsi yang harus dijalani Martias, sesuai tenggat waktu yang ditetapkan,” jelas Bustomi sembari menyebut SP 1 sudah dikeluarkan dan sudah diterima yang bersangkutan.

Diingatkan kepada Martias, jika sanksi tidak diindahkan sebagaimana mestinya, maka akan terbit SP 2, yang dilanjutkan dengan pemecatan selaku pengurus partai dan anggota DPRD Pasaman.

Selain menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di media masa, Martias juga harus manjalani sangsi berupa penyediaan 2000 paket sembako, 5000 masker, dan harus sudah dibagikan mulai Senin (18/5) kepada masyarakat Pasaman.

BACA JUGA:  Musrenbang Kecamatan Ranah Pesisir, Warga Minta TPA dan Ikan Larangan Pasar Labuhan

Ikut hadir pada kesempatan sekretaris Fraksi Gerindra, Rahmi Wahidah, Wakil Ketua dan Sekretaris DPC Gerindra Pasaman Irwan, SHi dan Edzul Benny, ST, serta sejumlah pengurus DPC lainnya.

Reporter:  Afrizal

Facebook Comments

loading...