Ada Guru Positif Covid-19, Bupati Solok: Sekolah Tatap Muka Tetap Dilanjutkan

Covid-19 Kabupaten Solok
Bupati Solok Gusmal meninjau pelaksanaan Pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.

Beritanda1—Bupati Solok Gusmal menyebutkan, meski ditemukan adanya sejumlah guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang terkonfirmasi positif Covid-19 usai melaksanakan Swab Massif, tidak akan membatalkan kebijakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di daerah itu.

 

“Saya rasa sekolah tatap muka perlu terus kita lakukan. Dengan catatan Guru yang terkonfirmasi positif diperintahkan saja isolasi mandiri. Toh jumlahnya hanya kecil dari sekitar 3.500 orang guru kita di Kabupaten Solok,” kata Bupati Gusmal, Selasa (19 Januari 2021).

Bupati juga mengapresiasi guru dan pihak sekolah yang melakukan tes swab secara mandiri untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan di daerah itu. “ Memang untuk Swab Massif para guru dan tenaga kependidikan belum ada difasilitasi dari pemerintah daerah. Kami mengapresiasi sekolah dan guru yang melakukan swab atau rapid antigen secara mandiri,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, untuk pelaksanaan PBM tatap muka tetap mengacu kepada surat edaran Bupati Solok : 420/43/Disdikpora-2021 tanggal 6 Januari 2021. Dalam surat itu kata Bupati sudah ditegaskan, kalau ingin menggelar PBM tatap muka, para Guru dan tenaga kependidikan harus tes Swab atau Rapid antigen dulu. “Bagi yang melanggar, akan ada sanksi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki masing-masing,” kata Bupati.

Sementara itu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah sejatinya memberikan harapan tersendiri bagi orang tua siswa. Seperti di SMPN 2 Gunung Talang, 100 persen wali murid menyambut baik sekolah tatap muka. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat pernyataan bermaterai dari sekolah tentang sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19.

“Saya senang karena anak-anak bisa belajar tatap muka lagi ke sekolah, kalau anak tidak paham dengan pelajarannya, bisa langsung ditanyakan kepada gurunya. Belajar secara daring di rumah itu kurang efektif,” ujar Mardhatillah (50) salah seorang orang tua siswa.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unand Asal Sawahlunto Ditemukan Meninggal di Kamar Kost

Kendati mendukung belajar secara tatap muka di sekolah, ia juga cemas anaknya tertular Covid-19. Untuk itu ia benar-benar memberikan bekal anaknya saat akan sekolah seperti menyediakan masker, cairan pencuci tangan, dan langsung menyuruh pulang setelah sekolah. “Saya juga membekali anak saya dengan makanan dari rumah, agar tidak belanja di luar lingkungan sekolah,” ucapnya.

Reporter: Wezi Rismanto