8 Pelajar Korban Rusuh Wamena Mulai Sekolah di Pessel

PAINAN– Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, telah mengakomodir sebanyak delapan pelajar korban kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua beberapa waktu lalu.
“Hingga kini sudah ada delapan pelajar yang datang, baik itu ke pihak kami maupun ke sekolah. Semuanya kami akomodir,” ucap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan, Suhendri di Painan, Selasa (15/10).
Ia menyebutkan, meski pelajar belum memiliki syarat pindah sekolah yang lengkap, namun semuanya tetap diakomodir sesuai instruksi Bupati Pessel Hendrajoni.
“Benar, pimpinan acap kali menekankan agar mempermudah pelayanan bagi mereka para korban kerusuhan di Wamena. Dan itu kami laksanakan,” ujarnya.
Kendati demikian, berbagai dokumen yang belum lengkap akan di urus secara bertahap oleh wali murid yang bersangkutan.
“Memang rata-rata mereka tidak memiliki surat pindah,
rapor, ijazah, dan dokumen penting lainnya,” tuturnya.
Ia mengatakan, dari delapan pelajar tersebut satu diantaranya hanya belajar sementara, menjelang suasana di Wamena kondusif dan sisanya permanen.
Kedelapan pelajar tersebut mereka saat ini bersekolah di SMPN 2 Sutera, SD 10 Painan Timur, SMPN 1 Painan dan SMPN 1 Bayang.
Dari catatan Pemkab setempat, jumlah perantau asal Pesisir Selatan yang telah kembali ke kampung halamannya mencapai 513 orang.
Sebanyak 243 orang di Kecamatan Bayang Utara, 163 orang di Bayang, 18 orang di IV Jurai, 12 orang di Batang Kapas, 24 orang di Sutera, dan 53 orang di Lengayang.
Reporter: OKIS ROCKIN
Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

BACA JUGA:  Bupati dan Masyarakat Solok Gelar Sholat Gerhana Matahari di Islamic Center
loading...