Angka Kecelakaan Tinggi, Tim Gabungan Dishub Sumbar Lakukan Razia

142
Petugas razia tengah melakukan pengecekan terhadap truk yang melanggar disiplin lalu lintas, Rabu (18/3)
Petugas razia tengah melakukan pengecekan terhadap truk yang melanggar disiplin lalu lintas, Rabu (18/3)

AROSUKA – Tersebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas karena kelalaian dan kesalahan pengendara, tim gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Dishub Kabupaten Solok, Denpom, Satlantas Polres Solok, Jasa Raharja, Kejaksaan dan Pendadilan Negeri Kotobaru, Rabu (18/3), lakukan razia di jalan Lintas Solok-Padang depan kantor Dishub Kab. Solok di Kotobaru.

Razia sendiri diawali dengan apel pasukan yang dipimpin bupati Solok diwakili staf ahli bupati Mulyadi Marcos. Operasi razia gabungan dimulai tepat pukul 10.00 Wib, langksung melakukan pemeriksaan terhadap semua jenis kendaraan yang melewati jalan raya Solok Padang.

Terkait itu, Kepala Dishub Sumbar Heri Noviardi, SE,MM mengatakan, karena tingginya angka kecelakaan lalu lintas, mendorong pihaknya razia gabungan dengan melibatkan semua unsur yang terkait dengan ketertiban berlalu lintas.

” Razia dilakukan selama dua haru, Rabu dan Kamis (18-19/3). Sebelumnya kita juga mengadakan kegiatan yang sama di Dharmasraya dan Bukittinggi,” jelasnya.

Didampingi Kadis dan Sekretaris dinas Perhubungan Kab Solok M. Jhoni serta Aznul Hakim, Kadishub Sumbar Heri Noviardi menyebutkan, pengontrolan kendaraan melalui razia gabungan untuk lebih memastikan apakah kendaraan laik jalan.

Kadishub Sumbar Heri Noviardi didampingi Kadis dan Sekretaris dinas Perhubungan Kab Solok M. Jhoni serta Aznul Hakim, pimpin tim gabungan melakukan razia bagi semua jenis kendaraan yang menggunakan jalan Raya Solok-Padang, Rabu (18/3) di Kotobaru.
Kadishub Sumbar Heri Noviardi didampingi Kadis dan Sekretaris dinas Perhubungan Kab Solok M. Jhoni serta Aznul Hakim, pimpin tim gabungan melakukan razia bagi semua jenis kendaraan yang menggunakan jalan Raya Solok-Padang, Rabu (18/3) di Kotobaru.

Pihaknya bersama petugas Satlantas memeriksa kelengkapan semua jenis kendaraan, seperti buku uji, KIR, SIM, STNK bahkan kalau angkutan umum harus ada alat pemecah kaca dan sebagainya. ” Semua dilakukan untuk keselamatan semua, baik bagi pengemudi, penumpang dan pengguna jalan raya,” tutur Heri.

BACA JUGA:  Tangkal Virus Corona, Kelompok Penjahit Wanita Dharmasraya Sumbangkan 300 Masker

Terkait adanya pelanggaran, Razia Gabungan Dishub Sumbar dihadiri langsung oleh petugas dari Kejaksaan dan Pengadilan. Kalau ditemukan pelanggaran, langsung ditilang, di proses dan diadakan sidang ditempat.

” Kalau tidak dilakukan tilang ditempat, susah juga mereka, karena harus menunggu 14 hari lamanya baru disidang,” jelasnya.

Angka Kecelakaan Tinggi, Tim Gabungan Dishub Sumbar Lakukan Razia 1 WhatsApp Image 2020 03 18 at 15.23.47
Seorang pengguna jalan yang melakukan pelanggaran lalu lintas tengah melakukan sidang di tempat razia, dipimpin oleh Hakim Pengadilan Negeri Kotobaru

Terutama terhadap truk yang melebihi kapasitas, Heri mengatakan kondisi truk harus dikembalikan seperti semula. Karena pihaknya banyak melihat, kecenderungan pengemudi menambah panjang truk agar muatan berlebih, sehingga terjadi overload, atau dikenal dengan Odol.

” Kita melakukan pengontrolan terhadap truk-truk yang melebihi dimensi, menambah tinggi badan truk, sehingga melebihi muatan. Ini yang tidak boleh. Karena kecelakaan sering terjadi akibat kelebihan kapasitas ini,”
sebutnya.

Kegiatan razia gabungan ini selain dilakukan di jalan, juga diadakan di terminal. Pihaknya melakukan chek kendaraan guna untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. ” Kita berharap para pengemudi dan pemilik angkutan menyadari dan selalu mematuhi disiplin berlalu-lintas. Dengan razia ini diharap dapat mengurangi angka dan resiko kecelakaan jalab raya. Kita bertugas melakukan pengontrolan untuk kepentingan bersama,”paparnya.

Reporter: Malin Marajo

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

loading...