55 Keluarga Miskin di Daerah Terpencil di Solok Jadi Pelanggan PLN

Solok
Bupati Solok Gusmal didampingi Kabag Humas Syofiar Syam menyampaian apresiasi terkait program Listrik Pedesaan yang membantu masyarakat di daerah terpencil melalui video conference dengan PLN Sumbar dan Dinas ESDM Sumbar, di Arosuka, kemaren.

Beritanda1 —Sebanyak 55 Kepala keluarga miskin yang berada pada dua jorong di nagari terisolir di Kabupaten Solok akhirnya bisa menikmati penerangan listrik PLN. Penyediaan listrik tersebut merupakan bagian dari program Listrik pedesaan yang menjadi program pemerintah pusat saat ini.

“ Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Solok , kami berterimakasih kepada PLN yang telah membantu menyediakan listrik di beberapa daerah di kab. Solok,” ujar Bupati Solok  Gusmal saat peresmian dan penyalaan program listrik pedesaan di provinsi Sumatera Barat via video conference di Guest house Arosuka kemaren.

Dalam video Convererence tersebut, ikut bergabung Executive Vice President (EVP) Pengembangan Regional Sumatera PLN Budi Pangestu, General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar Bambang Dwiyanto, Kadis ESDM Prov. Sumbar diwakili oleh Kabid Energi dan Ketenagalistrikan  Helmi, Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM bersama Bupati 50 Kota, Agam, Pessel dan Mentawai.

Bupati menyebutkan, Program listrik desa tahun ini menyasar dua nagari di daerah itu. Masing-masing adalah Jorong Lubuak Rasam Nagari Surian Kec. Pantai Cermin dengan jumlah pelanggan 40 pelanggan  dan Jorong Tigo Jangko Nagari Tanjung Balik Sumiso Kec. Tigo Lurah dengan jumlah pelanggan 15 pelangan.

“Sedangkan hingga saat ini masih ada satu nagari dari 74 nagari di Kab. Solok yang masih belum terjangkau oleh listrik yaitu Nagari Garabak Datadi Kec. Tigo Lurah,” beber Bupati.

Bupati berharap nantinya seluruh nagari atau daerah di Kab. Solok dapat teraliri listrik sehingga memudahkan perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah ujar Bupati,  bertekad akan selalu memfasilitasi PLN dalam rangka menyediakan listrik di daerah terpencil agar masyarakat daerah terpencil dapat menikmati listrik. “Lantaran itu, saya mengajak seluruh masyarakat agar memiliki kesadaran dan menjaga hasil dari program PLN ini,” ucap Bupati.

BACA JUGA:  Bertambah 20 Orang Lagi, Jumlah Positif Covid-19 di Sumbar 339 Orang

Terkait itu, Executive Vice President Pengembangan Regional Sumatera PLN Budi Pangestu juga berterima kasih atas dukungan seluruh stackholder terkait yang telah membantu program pemnagdaan listrik di desa/nagari ini sehingga dapat terlaksana dengan lancar.

“Untuk kedepan kita memiliki target pencapaian rasio elektrifikasi hingga 100% di wilayah Sumbar. Kita juga akan terus melakukan kerjasama dan bersinergi bersama pemerintah dan unsur terkait dalam mewujudkan penerangan diseluruh wilayah Prov. Sumbar,” bebernya.

Untuk tahap ini, kata Budi,  ada 5 (lima) kabupaten di Prov. Sumbar yang mendapat bantuan program listrik desa tersebut, diantaranya Kab. Solok (55 pelanggan), Kab. Kepulauan Mentawai (156 pelanggan), Kab. Agam (77 pelanggan), Kab. 50 Kota (15 pelanggan) serta Kab. Pesisir Selatan.

Untuk kedepannya, ia berharap kepada pemerintah Provinsi dan Kab/Kota untuk dapat memberikan izin akses transportasi material dan tenaga kerja akibat pemebrlakukan PSBB saat ini agar program ini dapat terus berjalan dengan baik.

Solok
Bupati Solok Gusmal didampingi Kabag Humas Syofiar Syam menyampaian apresiasi terkait program Listrik Pedesaan yang membantu masyarakat di daerah terpencil melalui video conference dengan PLN Sumbar dan Dinas ESDM Sumbar, di Arosuka,

“Lakukan sosialisasi dari pemerintah daerah kepada masyarakat terkait dengan izin untuk pembangunan jaringan listrik PLN. Serta percepatan pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan,” ujar Budi Pangestu.

Sementara itu Kadis ESDM Prov. Sumbar diwakili oleh Kabid Energi dan Ketenagalistrikan  Helmi mengungkapkan, Pembangunan jaringan listrik ini sesuai dengan program PLN yang memperioritaskan terlebih dahulu bagi masyarakat kurang mampu dan daerah terpencil untuk menyediakan listrik. Tujuan program ini untuk menjamin ketersediaan listrik bagi masyarakat dengan harga yang wajar demi kesejahteraan masyarakat.

“Untuk di wilayah Sumbar, kita sangat membutuhkan perluasan listrik, maka dari itu kita mengajak seluruh kepala daerah agar dapat terus memfasilitasi PLN dapat menyediakan listrik hinggan ke pelosok daerah, seperti fasilitas jalan dan jembatan yang memadai untuk mobilitas angkutan material.

BACA JUGA:  Pasien Positif Covid -19 di Sumbar Bertambah Jadi 12 Orang

“Untuk daerah pedalaman yang hanya ditinggali oleh beberapa KK dan belum dijangkau listrik, juga akan diberikan bantuan listrik bertenaga surya atau pengembangan listrik bertenaga kecil,” kata Helmi.

Ia menyebutkan, setiap tahun  pemerintah provinsi selalu menyediakan anggaran untuk penyediaan listrik di daerah terpencil di wilayah Sumbar. Pemrov juga akan selalu bergandengan dengan pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan kebutuhan listrik bagi masyarakat.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...