218 Mahasiswa UMMY Solok Ikuti KKN di 4 Kabupaten/Kota

UMMY Solok
Penyerahan baju seragam oleh ketua Badan Pengurus yayasan H. Suryadi Asmi menandai pelepasan Mahasiswa KKN UMMY Solok 2020

Beritanda1—Sebanyak 218 Mahasiswa Universitas Mahaputera Muhammad Yamin (UMMY) Solok kembali mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di empat Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.

 

Selain sebagai bentuk implementasi tri dharma perguruan tinggi, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang promosi, keberadaan Universitas yang sudah hadir sejak tahun 1984 itu.

Pelepasan mahasiswa ini digelar di halaman Kampus II UMMY Solok di Kotobaru, Selasa (1/9) oleh Ketua Badan Pengurus Yayasan Mahaputra Muhammad Yamin H. Suryadi Asmi, SE,MM, bersama wasekjen Hendri Irawan, SE,MM, Rektor UMMY Prof. Dr. Ir.Syahro Ali Akhbar,MP, Para Dekan, Ka Prodi dan Dosen

Berbeda dari kegiatan KKN sebelumnya dilaksanakan selama 40 hari, kegiatan tahun ini hanya dilaksanakan selama 15 hari saja. Hal itu karena Pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini. Selama kegiatan, para Mahasiswa juga diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

UMMY Solok
Arahan dari Rektor UMMY Solok Prof. Dr. Ir Syahro Ali Akhbar MP saat melepas keberangkatan Mahasiswa KKN UMMY Solok tahun 2020 di Kotobaru

“Kita sudah sepakat dan kami sudah memberi arahan kepada panitia dan dosen pembimbing lapangan, bahwa waktu yang 40 hari itu kita konversikan kegiatannya menjadi 15 hari. Kalau biasanya perhari itu hanya 3 kegiatan, sekarang kita padatkan menjadi 6 kegiatan  dari pagi hingga malam,” ujar Rektor UMMY Solok Syahro Ali Akhbar usai melepas keberangkatan mahasiswa.

Ia berharap, waktu yang singkat tersebut mampu memberi manfaat kepada mahasiswa dan masyarakat Nagari, Desa maupun Kelurahan yang ditempati oleh mahasiswa KKN UMMY Solok. Menurutnya, KKN merupakan ajang belajar bagi mahasiswa dalam mendapatkan ilmu bermasyarakat dan bersosialisasi dengan masyarakat.

“Jika nanti mereka keluar dari  UMMY, mereka tentunya akan mengabdi kembali di tengah-tengah masyarakat,” ujar Prof. Syahro.

KKN tersebut diikuti oleh mahasiswa dari 7 program Studi pada Tiga fakultas. Terdiri dari 3 Prodi di Fakultas Ekonomi, 3 Prodi di Fakultas Pertanian dan 1 Prodi di Fakultas Hukum. Sedangkan FKIP tidak diwajibkan mengikuti KKN, karena ada program Praktek Lapangan (PL) yang menjadi bagian mata kuliahnya.

BACA JUGA:  Bangun Sinergi, DPMN – LKAAM Sijunjung Gelar Pertemuan

“Mereka disebar di 15 Desa, Kelurahan dan Nagari di Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung,” terang Syahro Ali Akhbar.

Senada dengan itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Mahaputra Muhammad Yamin H. Suryadi Asmi, SE MM menambahkan, KKN merupakan kegiatan penting bagi mahasiswa, jika melihat manfaat yang akan didapat oleh mahasiwa saat turun dan mengabdi di tengah masyarakat.

“Walaupun mereka telah mendapatkan ilmu di dalam kelas, namun hal itu tidaklah sama dengan ilmu yang akan mereka dapatkan di tengah masyarakat nantinya. Karena pengalaman lapangan ini berbeda dengan ilmu yang didapat secara teori,” ujar Suryadi Asmi.

UMMY Solok
Pelepasan mahasiswa KKN UMMY Solok di Kampus II Kotobaru

Mantan Dirut Bank Nagari ini memandang, Program KKN ini merupakan faktor penunjang bagi mahasiswa dalam berkarir setelah tamat dari perguruan tinggi. Mahasiswa dituntut untuk belajar menggali potensi daerah dan mengembangkannya sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Secara teoritis, Mahasiswa telah belajar di bangku kuliah, KKN ini adalah implementasi apa yang mereka pelajari selama ini,” pungkasnya.

Malin Marajo

Facebook Comments

loading...