142 Warga Sumbar kembali Positif Covid-19 Pagi Ini, Begini Penjelasan Gugus Tugas

Covid-19 Sumbar
Jubir Covid-19 Sumbar Jasman Rizal

Beritanda1 –Angka pertambahan Covid-19 di Sumbar terus melambung. Sebanyak 142 orang warga Sumbar kembali terkonfirmasi positif Covid-19 pada, Jum’at (18 September 2020) pagi. Sedangkan sebanyak 65 orang juga terkonfiramsi sembuh.

 

Juru bicara Covid-19 Sumbar Jasman Rizal melalui pesan tertulinya mengungkapkan, hasil tersebut didapat dari pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh penanggungjawab Laboaratorium Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, bahwa dari 3.345 spesimen yang dikonfirmasi oleh laboratorium Fakultas Kedokteran Unand 3.112 spesimen dan Laboratorium veteriner Baso Agam 233 spesimen.

“Sampai pukul 09.00 WIB, data sementara sebanyak 142 orang terkonfirmasi positif dan sementara 65 orang yang terkonfirmasi sembuh,” ungkap Jasman Rizal, Jum’at (18 September 2020).

Kadis Kominfo Pemprov Sumbar ini menyebutkan angka pertambahan tersebut tersebar pada 13 kabupaten/Kota di Sumbar, dengan rincian Kota Padang masih menjadi penyumbang terbanyak, sebanyak 44 orang, kemudian Kabupaten Agam 23 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 23 orang,  Kota Bukittinggi 26 orang, Kabupaten Pasaman Barat 2 orang.

Kemudian, Kota Padang Panjang 1 orang, Kabupaten 50 Kota 1 orang, Kabupaten Pasaman 1 orang, Kota Sawahlunto 2 orang, Kota Payokumbuah 8 orang, Kabupaten Padang Pariaman 5 orang, Kabupaten Sijunjuang 2 orang, Kota Pariaman 1 orang, kemudian pelaku Pariwisata 3 orang.

Jasman mengatakan, masyarakat sejatinya tidak perlu cemas dengan tingginya pertambahan angka positif setiap hari. Karena dengan demikian, pemerintah bisa mengejar angka sebaran di daerah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

Jasman Rizal menyebutkan, agar penanganan penyebaran covid-19 bisa tertangani dengan baik, daerah -daerah yang masih minim mengirimkan sample spesimen polymerase chain reaction (PCR) warganya diharapkan untuk segera mengirimkan sample spesimennya sesuai target testing rate yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan data kami, masih banyak daerah yang enggan mengirimkan sample spesimen warganya ke Labor.  Kami khawatir, kalau tidak segera mengirimkan sample spesimen warganya, kita akan kesulitan memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Sumbar,” ujar Jasman

BACA JUGA:  Bupati Gusmal Antusias Lakukan Kesepakatan Pencegahan Korupsi

Ia menjelaskan, daerah yang aman itu adalah daerah yang banyak atau tinggi tetsing ratenya dan proporsi test nya juga tinggi. Sementara  yang tidak aman itu adalah daerah yang sedikit test  PCR atau Swab Test warganya dan proporsi testnya juga sedikit.

“Artinya dengan semakin banyak dikirim sample PCR, akan semakin cepat pengendaliannya. Jadi jangan cemas dengan banyaknya terkonfirmasi positif.  Justru bagus karena bisa segera mengisolasi yang positif agar tidak menyebar kepada yang lain,” kata Jasman.

Reporter: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...