100 Anggota Pokdarwis Ikuti Pelatihan Peningkatan dan Pengembangan Sadar Wisata

Pokdarwis
Pelatihan Sadar Wisata yang digelar Dispar Sumbar diikuti 100 orang Pokdarwis dari Pasaman dan Pasaman Barat

Beritanda1 – Sedikitnya 100 orang penggiat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dari Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan dan pengembangan wisata.

 

Kegiatan Bimtek Pokdarwis yang digelar  Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sumatera Barat selama dua hari, Selasa dan Rabu (24-25 Agustus 2020) itu berlangsung disebuah hotel di kota Padang

Ketua  Pelaksana kegiatan Anastasia menyampaikan,  pelatihan yang diikuti pengelola dan penggiat objek wisata belajar tentang  perilaku sadar wisata, menjaga kebersihan lingkungan dan lokasi wisata  guna peningkatan pelayanan pariwisata.

“Kita menginginkan  Sumbar siap menjadi tuan rumah yang baik kepada wisatawan. Karena itu kita harapkan destinasi wisata yang ada di Sumbar dapat bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujar Anastasi.

Menurut Kasi SDP Dispar Sumbar itu,  kegiatan Pelatihan sadar wisata ini merupakan inisiatif dan pokir dari Anggota DPRD Sumbar, Donizar. Sedangkan Narasumber pelatihan adalah Yudistia selaku dosen Politeknik Negeri Padang dan Kadispar Sumbar, Novrial.

Menyambut itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial mengatakan, pihaknya ( Dinas Pariwisata) bersama DPRD Provinsi Sumbar terus berkomitmen mempertahankan kegiatan pengembangan sadar wisata, karena kegiatan tidak hanya untuk mengukur sejauh mana pengembangan pariwisata di Sumbar. Sekaligus kegiatan  bisa menjadi alat kampanye sosialisasi antisipasi penyebaran Covid-19.

“Kegiatan ini juga bagian dari sosialisasi protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta wajib pakai masker dan cuci tangan. Kita belum mencapai apa yang kita idam-idamkan dibidang pariwisata, tetapi kita optimis pariwisata Sumbar sudah berjalan di rel yang benar,” ujar Novrial.

Sementara itu, Yudistia selaku pemateri menyampaikan, untuk menjawab tantangan dunia pariwisata yang kompetitif para pelaku pariwisata harus selalu diasah kemampuan dan kreativitas agar keberadaan pariwisata bisa dirasakan semua lapisan.

BACA JUGA:  September, Masterplan dan Amdal KEK Bukit Ameh Mandeh Bakal Rampung

“Fasilitas umum yang baik dalam pengelolaan objek wisata hukumnya wajib. Selain itu, yang namanya pariwisata harus dimulai dengan ide brillian, inovasi dan kreativitas, sehingga pertumbuhan pariwisata seperti yang kita idam-idamkan akan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” papar Yudistia.

Yudistia juga mengatakan, bahwa Pengelolaan pariwisata yang baik dan sapta pesona adalah penting untuk diterapkan, ekonomi menggeliat jika pengelolaan pariwisatanya dilakukan secara benar dan professional.

Reporter: Afrizal

Facebook Comments

loading...