1 Warga Positif Covid-19, Kota Solok Berubah jadi Zona Merah

3235
Covid-19 Kota Solok
Kota Solok dalam masa PSBB melawan Pandemi Covid-19

Beritanda1 –Satu orang warga asal Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok  dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Kondisi ini menjadikan status Kota Solok sebagai daerah yang berada di “zona hijau” dan Zero Corona, akhirnya berubah menjadi Zona merah.

Warga berusia 25 tahun tersebut, diketahui bekerja sebagai kampaser (tukang kampas) dengan rute Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya. Dari tiga daerah tersebut, warga tersebut diduga terpapar dari Dharmasraya. Sebab, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung, hingga kini masih berstatus “zona hijau”.

Walikota Solok Zul Elfian, SH, M.Si, Dt Tianso, sebangaimana dikutip dari Patronnews  menyatakan pihaknya sangat sedih adanya kasus pertama dari Kota Solok ini. Menurutnya, selama ini, Pemko Solok telah melakukan berbagai upaya mencegah adanya warga Kota Solok yang terjangkit Covid-19. Meski begitu, Zul Elfian menjanjikan bahwa pasien positif tersebut akan ditangani dengan maksimal di Kota Solok.

“Kami sangat sedih. Akhirnya pertahanan kita jebol juga. Meski warga tersebut bukan terjangkit karena transmisi lokal, tapi dari perjalanan luar daerah. Kita telah berupaya maksimal. Satu hal yang pasti, kita akan menangani warga tersebut dengan maksimal,” tegasnya.

Zul Elfian menambahkan  bahwa pasien positif tersebut akan ditangani di RSUD Banda Pandung Kota Solok, yang juga merupakan Posko Utama penanganan Covid-19 Kota Solok. Zul Elfian juga bersyukur, bahwa pasien tersebut masih berusia muda. Diaharapkannya, proses kesembuhan bisa berjalan lebih cepat.

BACA JUGA:  Musrenbang Kecamatan Ranah Pesisir, Warga Minta TPA dan Ikan Larangan Pasar Labuhan

“Pasien tersebut akan dirawat dan ditangani maksimal di RSUD Banda Pandung. Mudah-mudahan proses kesembuhannya berlangsung cepat. Di samping usia yang masih muda, kita akan mendukung penuh warga tersebut secara medis maupun secara moril,” tegasnya.

Sebelumnya, Kota Solok berstatus sebagai “zona hijau”, atau wilayah yang belum ditemukan adanya virus corona. Bersama Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung.

Hasil satu positif ini, diyakini bukan kasus terakhir di Kota Solok. Sebab, saat ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Solok, sedang menunggu hasil swab 7 warga asal Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah. Yakni TM, SW, RM, MT, HN, SC, dan SL. Dari tujuh warga tersebut, 3 warga yakni TM, SW, dan HN dinyatakan positif hasil rapid test.

Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Kota Solok, dr. Ambun Kadri, menyatakan hasil swab 7 warga tersebut belum keluar. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok tersebut, pengumuman satu warga positif tersebut akan dilakukan oleh Walikota Solok, Zul Elfian, pada Selasa pagi (19/5/2020).

“Besok pagi, Pak Walikota akan mengumumkannya dalam konferensi pers,” ujarnya singkat.

Redaksi

Facebook Comments

loading...