1 Pasien Covid-19 Meninggal, Pelayanan IGD RSUD Sijunjung Ditutup

Direktur RSUD Sijunjung
Direktur RSUD Sijunjung dr. Diana Oktavia, S.Ppd

Beritanda1 -Pelayan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sijunjung sejak Minggu (30 Agustus 2020) siang terpaksa ditutup.  Penutupan itu, menyusul adanya pasien dirujuk ke RS. M. Jamil, Padang pada Rabu (26 Agustus 2020) dan meninggal dunia Jumat (28 Agustus 2020) dinyatakan positif Covid-19.

 

Direktur RSUD Sijunjung langsung mengambil kebijakan penutupan pelayanan IGD, begitu hasil Swab pasien meninggal tersebut dinyatakan positif Covid 19, Minggu (30/8) sekitar pukul 10.30 Wib.

Direktur RSUD Sijunjung, dr. Diana Oktavia, S.Ppd menyebutkan, begitu hasil Swab pasien yang dirujuk ke Padang pada Rabu lalu dan meninggal Jumat, ia langsung ambil langkah antisipasi  penyebaran virus ini untuk menutup layanan IGD sementara waktu.

Hal itu dilakukan lantaran pasien atas nama LM (68), Warga Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, masuk IGD, Rabu (26/8) sekitar pukul 09.00 Wib, dengan keluhan sakit perut, saturasi oksigen rendah.

” Berdasarkan hasil pemeriksaan, maka dokter spesialis yang menerima konsul langsung merujuk ke M.Djamil Padang” terang Vivi, panggilan akrab direktur ini.

Di RSUD M. Djamil, setiap pasien yang masuk harus diisolasi di ruang Covid-19, sambil menunggu hasil Swab untuk dilakukan tindak lanjut penanganan.

Saat menunggu hasil Swab, Lm, menghadap Sang Khaliq, Jumat (28/8) dan diselenggarakan sesuai dengan protokoler covid. Satu hari setelah penyelenggaraan pasien, hasil Swabnya keluar dinyatakan positif.

Untuk antisipasi penyebaran, tambah Vivi, 21 petugas IGD yang kontak dengan pasien mulai Minggu siang langsung di karantina di ruang isolasi RSUD dan Senin (besok-red) langsung di swab, ” Mau tak mau IGD kita tutup sementara, sambil menunggu hasil swab petugas,” ujar Diana.

Terkait dengan layanan poli dan rawat inap, Vivi menambahkan, tetap berjalan seperti biasa dengan memperhatikan protokoler kesehatan. Sementara untuk jam bezuk ditiadakan dan pasien hanya boleh ditunggui oleh satu orang saja.

BACA JUGA:  Bertambah Rp. 18.491 Miliyar, APBD-P Pessel 2019 Ditetapkan

 

Reporter: S. Husen

Facebook Comments

loading...