1 Juli Lounching, Nagari Sungai Durian dan Jawi-Jawi Disiapkan Menjadi Kampung Tangguh di kabupaten Solok

Kampung
Rapat persiapan pelaksanaan program Kampung Tangguh di Kabupaten Solok, Rabu (17/6)

Beritanda1– Nagari Sungai Durian, kecamatan IX Koto Sei Lasi, dalam wiayah hukum Polres Kota Solok bersama  Nagari Jawi-Jawi Kecamatan Gunung Talang, untuk wilayah hukum Polres Solok Arosuka, disiapkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara dalam menanggulangi penyebaran Covid 19 di Kabupaten Solok.

Kesepakatan menjadikan nagari Sungai Durian dan nagari Jawi-Jawi menjadi Kampung Tangguh di Kabupaten Solok, terungkap dalam rapat persiapan yang diikuti Bupati Solok diwakili Asisten Koordinastor (Aksor) Bidang Pemerintahan Edisar, bersama Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho,  Kapolresta Solok AKBP Feri Irawan, Kadis Kesehatan Maryeti Marwazi, Kadis PMN Ferisnovel, Camat IX Koto Sungai Lasi dan Camat Gunung Talang, Wali Nagari Jawi-Jawi Laswir dan  Wali Nagari Sungai Durian Adesrizal serta  Forkopimcam setempat, Rabu (17/6) di ruang  Solok Nan Indah Arosuka

Setentang Program Kampung Tangguh Nusantara ini,  merupakan Program Nasional yang digagas dari Polda Jawa Timur, kemudian digelorakan di seluruh wilayah Nusantara.

Program Kampung Tangguh dinilai  cukup baik dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran covid -19, sehingga ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo sebelum akhirnya diperintahkan kepada Kapolri untuk mengikuti Kampung Tangguh Nusanatara ini

“ Konsep kampung tangguh menitik beratkan peran serta elemen masyarakat, sehingga penyebaran covid-19 dapat dicegah karena  mempunyai daya cegah penyebaran yang kuat,” papar Kapolres Solok AKBP Azhar Nugrogho.

Rapat
Rapat persiapan pelaksanaan program kampung Tangguh Nusantara di Kabupaten Solok di ikuti jajaran pemerintah setempat, Rabu (17/6)

Atas kesiapan kedua nagari tersebut, direncanakan program kampung Tangguh di Kabupaten Solok di lounching tanggal  1 Juli 2020,  bertepatan dengan hari Bhayangkara.

Menurut Kapolres Solok, ada 3 bidang persyaratan dalam kesiapan Kampung Tangguh Nusantara, pertama bidang kesehatan, dilengkapi dengan pembentukan Posko dan penerapan pola hidup sehat.

Kemudian Sosial ekonomi, dilakukan dengan pembangunan softskill ketahanan pangan, serta bidang keamanan, dengan penerapan  SOP pelanggaran kejahatan ringan, serta meningkatkan sistem kemanan kampung.

BACA JUGA:  Pastikan Ketersediaan Beras Aman, Bupati Gusmal Cek Gudang Bulog Kotobaru

“Kampung tangguh ini memiliki konsep ketahanan pangan, dimana hasil budidayanya dapat di panen dibawah 75 hari,” sebut Kapolres Solok.

Tersebab tujuannya memutus mata rantai covid-19, sekaligus menumbuhkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya covid-19, pemerintah Kabupaten Solok menyatakan dukungan besar dalam proses pelaksanaan kampung Tangguh Nusantara ini.

Bupati Solok diwakili Askor Bidang Pemerintahan Edisar  menilai, Kampung Tangguh sekaligus akan membangun solidaritas antar warga, meminimalisir dampak sosial ekonomi karena covid-19. “ Kita siap mendukung program kampung tangguh nusantara ini. Pemerintah Kabupaten meminta Camat, walinagari serta perangkat nagari dan forkopincam, agar serius dalam menjalankan program kampung tangguh nusantara ini,” sebut Edisar.

Repoter: Wezi Rismanto

Editor  : Melatisan

Facebook Comments

loading...